SIJI Aceh Dukung Aksi Unjuk Rasa Damai, Tuntut Segera Cairkan Dana Bantuan Terdampak Banjir

 


LangSama.Com | Kota Langsa  25/4/2026 Kekecewaan masyarakat kota Langsa terhadap pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang terkesan mempermainkan hati warganya yang terdampak musibah banjiir 26 November 2025 yang lalu.

Janji demi janji di lontarkan oleh pejabat pemerintah untuk membatu masyarakat, sampai saat ini belum terealisasi hingga saat ini.

Birokrasi yang berbelit-bekit, syarat yang terlalu rumit dan prosespun terkesan di persulit, membuat warga makin panik.

Aksi Demo pada 2 April yang lalu diharap dapat menjadi cambuk agar pencairan dana bantuan dipermudah dan dapat di percepat, malah membuat kebijakan yang justru disinyalir memperlambat proses pencairan.

Aksi Demo jilid 2 direncakan akan di gelar 30 April 2026, mendapat sambutan hangat dan dukungan dari masyarakat kota Langsa.

Ketua Dewan Pengurus Wilayah Suara Independen Jurnalis Indonesia (DPW SIJI) Aceh, "Muhammad.Ali C,JB" dalm pertemuanya dengan beberapa jurnalis kota Langsa di salah satu Kafee di Kota Langsa menyatakan dukunganya terhadap Aksi unjuk rasa damai tersebut.

"Saya mendukung aksi unjuk rasa yang akan di gelar pada 30 April 2026 nanti, mudah-mudahan ini bisa menjadi cambuk bagi pemerintah agar dapat secepatnya merealisasikan janji bantuan untuk korban terdampat banjir di Kota Langsa".

Ini adalah Proses yang legal di Negara Demokrasi. Mengeluarkan pendapat di depan umum di lindung oleh undang-undang, Tutur Tn Ali menambahkan.

Tapi walau demikian unjuk rasa harus tetap menjaga ketertiban dan tidak boleh melamukan tindakan-tindakan anarkis.

Lebih lanjut Tn Ali berharap kepada pemerintah untuk lebih peka terhadap tuntutan masyarakat, apalagi masyarakat yang terdampat bencana banjir yang dinilai masih belum stabil ekonominya, ungkap ketua Siji Aceh tersebut.


Kordinator aksi "Haprizal Roji S,sos" melalui keterangan elektroniknya menyatakan, apabila Walikota, Sekda, Kadis Sosial dan Kepala BNPB Kota Langsa tidak hadir, dan tidak bersedia membuat surat pencairan dana batuan terdampak banjir 3X24 Jam, pasca aksi.

Maka kita sudah berkomitmen untuk duduki pendopo hingga malam, jika perlu, nginap di pendopo, meskipun kita harys di bubarkan paksa debgan Water cennon atau gas air mata.

*Allahu Akbar Hidup Atau Mati*

(Red)

0 Komentar